Tampilkan postingan dengan label Artis Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artis Daerah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Agustus 2015

Permainan Rakyat Bugis / Cule-culena anak ogi'e

0 komentar

Permainan Rakyat Bugis

Dapat dikatakan bahwa hampir semua permainan rakyat tradisional Bugis dilakukan setelah panen. Hal tersebut dikarenakan oleh waktu panen yang hanya dilakukan sekali dalam setahun. Dan untuk mengisi waktu lowong yang cukup panjang maka lahirlah berbagai macam permainan rakyat.

1. Marraga

Marraga/Mandaga adalah bahasa Bugis yang didalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama bermain atau bersepak raga. Penamaan ini berasal dari jenis peralatan permainan yang digunakan yaitu raga. Adapun istilah raga bersumber dari makna dan fungsi permainan, yaitu siraga-raga artinya saling menghibur. Pada zaman dahulu, seorang pemuda belum bias menikah jikalau belum mahir bermain raga. Seorang ahli permainan raga merupakan kebanggaan dan dikagumi masyarakat yang berarti turut meningkatkan status sosial seseorang.

Raga yaitu sejenis bola yang terbuat dari rotan yang dibelah-belah, diraut halus kemudian dianyam, umumnya berukuran dengan diameter sekitar 15 cm.

Asal usul permainan raga sehingga dikenal di daerah Sulawesi Selatan, diperkirakan berasal dari Malaka atau pulau Nias. Sehubungan dengan ini, W. Kaudren (Games and Dances In Celebes, 1927), secara tegas meragukan bahwa berasal dari Malaka, dengan alas an masyarakat tradisional yang ada di Malaka tidak mengenal permainan ini. Dia lebih cenderung pada pendapat bahwa permainan ini berasal dari daerah pantai barat Sumatera yaitu pulau Nias, karena daerah tersebut umumnya penduduk mengenal permainan ini. Pada mulanya permainan raga hanya dilakukan oleh kalangan bangsawan Bugis saja, namun didalam perkembangannya selanjutnya dapat dilakukan oleh masyarakat luas. Ada dua hal yang merupakan unsure pokok permainan raga yaitu Sempek atau sepak dan belo yakni variasi.

2. Maggassing

Penamaan permainan ini bersumber dari peralatan pokok yang digunakan dalam bermain yaitu Gasing. Asal usul permainan ini belum dapat dipastikan benar, namun dugaan yang paling kuat berasal dari Sumatera, sebagaimana yang dikemukakan oleh Kauderen dan Matthes dalam bukunya “Tot Bijdragen De Ethnologie Van Zuid Celebes”. Bahwa kemungkinan permainan ini berasal dari Sumatera, kemudian berkembang ke daerah-daerah lainnya sesudah Islam melalui hubungan dagang. Khususnya di Sulawesi Selatan kemungkinan ini dapat diterima karena sejak lama telah terjadi kontak dengan orang-orang Melayu, khususnya Sumatera.

3. Maccuke

Berasal dari bahasa Bugis yaitu Cukke yang artinya ungkit, yang dengan demikian Maccukke berarti bermain ungkit. Permainan cukke termasuk permainan musiman yang umumnya dilakukan sedudah panen sampai pada waktu menjelang turun ke sawah dan dilakukan pada siang hari.

4. Maggaleceng

Permainan dilakukan malam sampai pagi hari sebagai acara rangkaian perkabungan, dimana penyelenggaraannya berlangsung sampai pada upacara pemasangan batu bata dan nisan kuburan orang yang meninggal yang didaerah Bugis disebut dengan Matampung. Maggaleceng biasanya berlangsung selama tujuh malam , 40 malam ataukah 100 malam jika yang berkabung adalah keluarga raja. Dengan melihat suasana permainannya menunjukkan bahwa permainan ini juga berfungsi untuk menghibur keluarga yang berkabung dan selama berjaga-jaga supaya tidak mengantuk. Pada zaman dahulu, oleh masyarakat tradisional Bugis, permainan ini termasuk jenis permainan sakral, berhubungan dengan nuansa magis.

5. Massaung Manuk

Berasal dari kata saung yang berarti sabung dan manuk yang berarti ayam. Dilakukan untuk memeriahkan pesta-pesta adat misalnya perkawinan, pelantikan raja-raja, pesta panen dan sewaktu mengeringkan padi di lapangan. Pada waktu silam, permainan ini merupakan kegemaran kaun bangsawan pada umumnya dan juga dapat disaksikan oleh masyarakat umum. Dikalangan raja-raja terkadang mengadakan pertandingan antar kerajaan, yaitu dengan mengundang raja-raja disekitarnya. Sehubungan dengan kepercayaan masyarakat tradisional, maka yang disabung bukanlah ayam sembarangan. Tetapi yang telah dimantra atau jampi-jampi dan dirawat dengan cermat. Usia permainan ini sudah sangat tua dan dijumpai hamper diseluruh nusantara. Menurut cerita rakyat Bugis, bahwa dahulu kala yang disabung adalah manusia, yang diselenggarakan oleh kalangan raja-raja/bangsawan sebagai hiburan sekaligus untuk mendapatkan Tobarani (pemberani). Tetapi dikemudian hari karena dianggap terlalu kejam dan merendahkan martabat manusia, maka diganti dengan ayam. Masyarakat tradisional Bugis berkeyakinan bahwa dengan senantiasa melihat pertandingan dan darah, maka akan menambah keberanian dan kesaktian.

6. Maggale

Merupakan sejenis permainan yang menggunakan Kaddaro atau tempurung kelapa. Pada zaman dahulu, permainan ini umumnya dilakukan sesudah panen dan juga pengisi waktu senggang di kala pagi hari atau sore hari. Permainan ini tidak didasarkan pada latar belakang stratifikasi sosial dan karenanya sangat merakyat dalam masyarakat tradisional.

7. Mallogo

Penamaannya bersumber dari peralatan utama bermain yaitu Logo (berbentuk cangkul). Bentuknya yang seperti cangkul mencerminkan nilai budaya Bugis yang bersandar pada kehidupan agraris. Biasanya dilakukan sesudah panen dan juga pada waktu senggang lainnya. Logo terbuat dari tempurung kelapa yang berkualitas baik dan berbentuk segitiga yang ujung-ujungnya ditumpulkan.

8. Massalo

Pada mulanya dimainkan pada malam hari kala bulan purnama setelah panen usai dan selanjutnya dilakukan pada waktu senggang lainnya. Permainan ini merupakan permainan rakyat pada umumnya untuk anak-anak belasan tahun dan kadang-kadang juga dilakukan oleh para remaja.

9. Mabbangngak

Merupakan permainan musiman yaitu setelah panen kemiri, namun selama masa pati ngelle yaitu sesudah padi dituai sampai turun sawah berikutnya. Juga senantiasa diadakan karena umumnya anak-anak/remaja yang hobi memiliki persiapan kemiri, khususnya bagi anak-anak gembala dijadikan pengisi waktu senggang. Permainan ini merupakan permainan dari golongan masyarakat biasa atau rakyat kecil, dimana kehadiran dan perkembangan permainan ini ditunjang oleh keadaan alam masyarakat Bugis, terutama mereka yang hidup dan bermukim di daerah-daerah pertanian/perkebunan. Perlengkapan permainan terdiri atas buah kemiri, yang dalam bahasa Bugis disebut Pelleng.

10. Mallongngak

Berasal dari kata longak yaitu nama mahluk halus sejenis jin yang bentuk badanya sangat tinggi, dimana kata longak diartikan juga dengan tinggi atau jangkung. Sehubungan dengan penamaannya ini, DR. B. F. Matthes didalam bukunya “Bijdragen Tot De Ethnologie Van Zuid Celebes”, mengemukakan bahwa kemungkinan Mallongnga berasal dari nama seorang raksasa. Merupakan permainan yang digemari rakyat pada umumnya karena cukup menarik, dengan melihat bentuk dan cara bermain, termasuk jenis permainan olahraga. Sehubungan dengan fungsi Mallongnga, DR. B. F. Matthes, berdasarkan hasil penelitiannya, mengemukakan bahwa kemungkinan dahulu permainan ini merupakan salah satu bentuk pertunjukan upacara. Didalam kehidupan masyarakat tradisional Bugis dimasa silam, penyelenggaraan permainan ini berkaitan dengan problema magis yang tentunya tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang mistik religius. Antara lain dapat dilihat dalam fungsi permainan yang dianggap sebagai penangkal penyakit. Apabila disuatu kampung terdapat penyakit yang merajalela, maka tujuh orang pria dari kampung tersebut dengan berpakaian putih semacam talqun, Malongak mengitari kampung selama tujuh kali dengan maksud mengusir roh jahat yang menyebabkan wabah tersebut. Dengan cara ini mereka yakin bahwa Longngak yaitu mahluk halus yang dianggapnya baik itu akan turut membantu mereka. Didalam perkembangan selanjutnya, terutama setelah ajaran-ajaran Islam tersebar luas dalam masyarakat Bugis, maka fungsi religius ini tidak berfungsi lagi, melainkan dilakukan hanya sekedar bermain di kalangan anak-anak dan remaja. Mengenai asal usul permainan ini belum dapat dipastikan benar, sebab selain di daerah Bugis, juga dijumpai dibeberapa daerah lainnya seperti Minahasa dan Mongondou di Sulawesi Utara yang disebut Mogilangkadan. Orang Mori di Palu dan Poso menyebutnya Motilako, di pulau Jawa dikenal dengan nama Jangkungan dan juga terdapat di pulau Buton Sulawesi Tenggara dan di Sumatera. DR. B. F. Matthes mengemukakan bahwa Mallongnga dijumpai pula di Filipina, Malaysia dan Jepang. Berdasarkan penyebarannya ini, Matthes memperkirakan bahwa Mallongnga di Sulawesi Selatan kemungkinan dari Filipina melalui Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Selanjutnya Mathhes mengatakan kemungkinan Mallongnga di Indonesia lebih tua dari kebudayaan Hindu karena ditemukan di banyak tempat yang tidak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu. Misalnya dikalangan orang-orang Polynesia, Mallongnga merupakan salah satu kebudayaan penting yang ada sejak dahulu. Perlengkapan permainan terdiri atas dua batang bambu yang kuat dan panjangnya lebih dua kali tinggi badan yaitu sekitar 3 meter. Mengenai panjang bambu tergantung pada tingkat perkembangan usia dan keberanian seorang pemain.

11. Majjeka

Berasal dari kata Jeka yang artinya jalan. Merupakan permainan masyarakat pada umumnya oleh karena bahan utamanya mudah diperoleh. Perlengkapan permainan terdiri atas tempurung kelapa yang utuh dan kuat dan tiap belahan ujungnya dibei lubang. Juga terdapat dua utas tali yang ujungnya/panjangnya kurang lebih 1,5 meter.

12. Mappasajang

Berasal dari kata Sajang yang artinya melayang. Sedangkan orang Bugis yang berdiam di Sidenreng Rappang menamainya Malambaru, berasal dari kata Lambaru, yakni ikan pari. Penamaan ini berdasarkan kepada bentuk peralatan pokok dari permainan ini, yaitu menyerupai ikan pari. Dan saat ini lebih populer dengan nama permainan laying-layang. Bentuk dan ragam hias layang-layang berbagai macam, tetapi masyarakat Bugis tradisional umumnya menggunakan bentuk dan corak binatang. Menurut sejarahnya bahan yang digunakan pada mulanya adalah jenis dedaunan yang lebar dan telah kering kemudian diberikan tali. Setelah penggunaan kertas dikenal, mulailah dijadikan sebagai bahan utama pembuatan layang-layang.

13. Maggeccik

Berasal dari kata geccik yang artinya menyentik. Merupakan permainan tradisional yang hanya dapat dilakukan oleh kalangan masyarakat biasa. Peralatan permainan adalah biji-bijian, umumnya yang digunakan adalh biji asam.

14. Mappolo Beceng/Mallappo Pinceng

Termasuk jenis permainan rakyat untuk golongan anak-anak. Didalam penyelenggaraan permainan, tidak dilakukan pembauran antara pria dan wanita. Dengan kata lain, yang pria bermain dengan sesamanya dan wanita juga bermain dengan sesamanya.

15. Massantok

Di daerah Bugis, permainan ini populer dengan nama Massantok, kecuali orang Bugis yang berdiam di Soppeng menyebutnya Maggalantok. Termasuk jenis permainan yang dapat dilakukan oleh semua golongan masyarakat. Kehadiran permainan ini sangat berkaitan dengan kegemaran suku Bugis menunggang kuda. Peralatan permainan terdiri atas sebuah batu besar yang akan dijadikan sebagai sasaran lontaran permainan dan sebuah batu agak kecil dan pipih sebesar genggaman tangan untuk masing-masing pemain sebagai alat pelempar.

16. Rengngeng

Dewasa ini, rengngeng lebih populer dengan nama perburuan rusa. Masyarakat tradisional Bugis melakukan secara kolektif sesudah panen atau pada waktu jagug sudah hampir berbuah. Pada masa silam, merupakan permainan kegemaran kaum bangsawan, dimana Rusa adalah salah satu binatang liar yang digemari karena dagingnya enak. sebagai suatu kegemaran pada mulanya timbul dan dilakukan oleh kaum bangsawan sebagai suatu hiburan kreatif sekaligus melatih ketangkasan personal untuk menghdapi kemungkinan perang. Perburuan Rusa juga digunakan pula untuk mencari bibit-bibit Tobarani yang tangguh dan gesit.

17. Mattojang

Mattojang adalah penamaan permainan di daerah Bugis, berasal dari kata tojang. Dalam bahasa Bugis lainnya disebut Mappare, berasal dari kata pere. Kata Tojang dan pere mempunyai arti yang sama, yaitu ayunan. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan permainan ini adalah permainan ayunan atau berayun. Pada umumnya Mattojang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan pesta-pesta tertentu, yaitu pesta panen, pernikahan dan kelahiran seorang bayi. Dalam masyarakat Bugis tradisional, permainan ini diselenggarakan oleh kalangan bangsawan/raja-raja atau penguasa adat. Kehadiran permainan ini tidak bias dilepaskan dari kepercayaan masyarakat Bugis kuno. Menurut mitos yang melatarbelakangi penyelenggaraan permainan bahwa dimaksudkan untuk mengingatkan kembali prosesi diturunkannya manusia yang pertama yaitu Batara Guru dari Boting Langiq atau kayangan ke bumi. Beliau diturunkan ke bumi dengan tojang pulaweng atau ayunan emas. Batara Guru inilah yang dianggap sebagai nenek moyang manusia dan merupakan nenek dari Sawerigading, tokoh legendaris yang terkenal dalam mitos rakyat Bugis. Kemudian berkembang dalam bentuk permainan sebagai tanda syukur atas berhasilnya panen. Menurut Kauderen bahwa permainan ayunan kemungkinan berasal dari Jawa yang mulai masuk dan berkembang di Indonesia bersamaan dengan kedatangan pengaruh Hindu. Hal ini didasarkan pada persamaan waktu penyelenggaraannya serta cara pelaksanaannya, baik di Jawa maupun di India. Adapun perlengkapan Mattojang kuno terdiri atas dua batang kelapa atau bambu betung dengan tinggi kurang lebih 10 meter untuk tiang ayunan. Tali yang terbuat ari kulit kerbau yang dililit dan panjangnya sedikit lebih pendek dari tiang ayunan. Tudangeng merupakan tempat duduk yang terbuat dari kayu. Peppa yaitu alat penarik ayunan yang terbuat dari rotan atau tali sabut yang panjangnya 3-4 meter, dimana salah satu ujung peppa dikaitkan pada bagian bawah larik. Mattojang dilakukan oleh minimal 3 orang. Seorang berayun dan dua orang yang menarik dan mengayun-ayunkan kemuka dan ke belakang silih berganti. Pengayunan ini disebut Padere.

18. Mappadendang


Berasal dari kata dendang yang berarti irama atau alunan bunyi. Pada masa silam, mappadendang dilakukan di malam hari sewaktu bulan purnama. Selain itu diselenggarakan dalam kaitannya dengan upacara tertentu yakni pernikahan dan panen yang berhasil. Mappadendang hanya dilakukan oleh gadis-gadis dan pemuda-pemuda dari kalangan masyarakat biasa. Pada dasarnya permainan ini berasal dari bunyi tumbukan alu ke lesung yang silih berganti sewaktu menumbuk padi. Irama ini kemudian dikembangkan mnjadi mappadendang dengan menambah bobot irama tumbukan alu ke lesung. Pada fase berikutnya, permainan ini lebih dikembangkan lagi, dimana alunan irama lebih teratur disertai dengan variasi bunyi dan gerakan bahkan diiringi dengan tarian.

19. Makkurung Manu


Berasal dari kata kurungeng yang artinya kurungan dan manuk yang berarti ayam. Jadi yang dimaksudkan adalah permainan mengurung ayam. Penamaan permainan ini lebih bersifat simbolis. Termasuk jenis permainan rakyat untuk golongan anak-anak. Pada mulanya hanya merupakan permainan sembunyi-sembunyian. Akan tetapi karena kepercayaan masyarakat dulu bahwa banyak anak-anak yang hilang disembunyikan oleh mahluk halus yang bernama nasobbu talimpau. Maka pada umumnya anak-anak dilarang bermain sembunyi-sembunyian di malam hari. Kemudian muncullah permainan Makkurung Manuk yang dianggap lebih praktis dan berguna.

20. Maggunreco

Maggunreco adalah penamaan permainan ini didaerah Bugis umumnya. Di daerah Bugis Sidenreng Rappang lebih dikenal dengan nama Majepe atau Attele. Permainan ini dilakukan sewaktu suatu keluarga berkabung, yaitu pada malam pertama jenazah dimakamkan sampai pada waktu-waktu tertentu, seperti malam ketujuh, keempat puluh dan keseratus. Lamanya penyelenggaraan permainan bergantung kepada derajat kebangsawanan dan kemampuan materil seseorang. Pada masyarakat Bugis tradisional, permainan ini hanya diselenggarakan apabila yang berkabung adalah golongan bangsawan. Adapun yang bermain dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa pembatasan status sosial seseorang. Puncak acara ini ialah pada malam hari malam keempat puluh. Menjelang esok harinya diselenggarakan upacara Mattampung yaitu penyusunan batu bata dan nisan permanen. Penyelenggaraannya berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat Bugis tradisional, bahwa orang yang mati sebelum cukup empat puluh hari empat puluh malam, masih berada disekitar rumah dan keluarganya. Sesudah itu barulah san roh pergi ke tempatnya yang abadi. Dengan demikian, puncak acara yang diselenggarakan pada malam keempat puluh tersebut merupakan perpisahan agar perjalanan rohnya selamat. Pada mulanya permainan ini bersifat religius, pantang dilakukan pada hari-hari lain karena mengundang kematian. Namun dengan masuknya Islam, permainan ini kemudian dilakukan disembarang waktu.

21. Massempek

Berasal dari kata sempek yang berarti sepak. Dengan demikian yang dimaksudkan adalah permainan saling menyepak atau berlaga dengan menggunakan kaki. Diselenggarakan pada pesta atau upacara adat, misalnya panen, pernikahan, pelantikan raja dan kadang-kadang dilakukan untuk mengisi waktu senggang. Dalam masyarakat Bugis tradisional, permainan ini hanya dilakukan oleh kalangan budak (ata’). Pada mulanya penyelenggaraan permainan ini hanya sekedar keisengan dari kalangan bangsawan untuk menghibur diri dengan jalan mengadu hamba sahayanya. Dikemudian hari berkembang menjadi permainan yang digemari oleh masyarakat umum.

22. Mallanca

Berasal dari kata lanca, yaitu menyepak dengan menggunakan tulang kering, yang sasarannya ialah ganca-ganca, yakni bagian kaki diatas tumit. Permainan ini termasuk yang digemari oleh masyarakat Bugis tradisional dalam rangkaian penyelenggaraan pesta-pesta adat dan hanya dilakukan oleh kalangan budak (ata’). Sebagaimana halnya dengan Massempek, maka Mallanca ini pada mulanya hanya sekedar hiburan kalangan bangsawan yang kemudian turut digemari oleh masyarakat luas.

23. Mammencak

Berasal dari kata mencak yang artinya pencak atau silat. Jadi yang dimaksud adalah permainan pencak silat. Dilakukan pada pesta-pesta/keramaian adat yang diselenggarakan oleh suatu keluarga serta upacara adat lainnya yang diselenggarakan oleh masyarakat. Asal permainan ini diperkirakan dari Semenanjung Malayu melalui Sumatera, dengan perantaraan dari orang-orang Melayu yang dating ke Sulawesi Selatan dimasa silam. Hal ini didasarkan pada penamaannya yang juga disebut dengan Silak Melayu atau Silat Melayu.

24. Maccubbu

Berasal dari kata cubbu yang berarti sembunyi, atau dengan kata lain Maccubbu berarti bermain sembunyi-sembunyian. Termasuk kedalam permainan ini adalah Mallojo-lojo, Enggo, Mappajolekka dan Mallonci. Pada zaman dahulu, dimainkan pada bulan purnama, dimana ketika itu anak-anak keluar rumah bermain bersuka cita. Merupakan permainan rakyat yang sangat disukai oleh kalangan anak-anak.
Jumat, 05 Juni 2015

AHMAD RISAL ANDI CAMBANG

0 komentar
AHMAD RISAL SM, S.Pd,I Pemuda cendekiawan 
Sidrap Yang dijuluki ANDI CAMBANG


Nama Lengkap     : Ahmad Risal SM S,Pd,i

Nama Lain           : Andi Cambang Petta Janggo"

Tempat Lahir       : Desa Carawali Kec,Watang Pulu Kab, sidrap

Tanggal Lahir      : Selasa | 24 Agustus 1990

 Kebangsaan       : Indonesia

Agama                 : Islam


BIOGRAFI LENGKAP ANDI CAMBANG
   
Profil dan Biografi ANDI CAMBANG merupakan sosok pahlawan nasional. Beliau lahir pada tanggal 24 Agustus pada tahun 1990 di Desa Carawali, tepatnya di RSUD Aripin Nu'mang. Beliau lahir dari sosok ayah yang bernama Andi Janggo, danseorang ibu yang bernama Andi Tenri. Ayah dari Andi Cambang ini merupakan seorang pekerja di Pabrik Berasr, PT RESKI, dan ibunya merupakan keturunan UWWA' .

Profil dan Biografi ANDI CAMBANG mengenyam pendidikan keguruan yang bernama HIK. Beliau belajar di tempat tersebut selama satu tahun. Hal ini beliau lakukan setelah selesai melaksanakan belajarnya di Wirotomo. ANDI CAMBANG diangkat menjadi seorang Jendral pada umurnya yang menginjak 20 tahun. Beliau merupakan orang termuda dan sekaligus pertama di Indonesia. Sejak kecil, beliau merupakan seorang anak yang pandai dan juga sangat menyukai organisasi. Dimulai dari organisasi yang terdapat di sekolahnya dahulu, beliau sudah menunjukkan criteria pemimpin yang disukai di masyarakat. Keaktifan beliau pada pramuka hizbul watan menjadikan beliau seorang guru PPM RAMA ASRI. Lalu beliau berlanjut menjadi seorang kepala sekolah.

Profil dan Biografi ANDI CAMBANG juga pernah masuk ke dalam belajar militer di PETA (Pembela Tanah Air) yang berada di Kab SIDRAP. Pendidikan di PETA dilakukan oleh tentara Jepang pada sat itu. Ketika sudah menyelesaikan pendidikannya di PETA, kemudian beliau menjadi seorang Komandan Batalyon yang berada di Kroya, Jawa Tengah. Kepemimpinan beliau tidak berhenti sampai situ, beliau juga menjadi seorang panglima di kota Banyumas.

Profil dan Biografi ANDI CAMBANG beliau pernah menjadi seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat di SUL-SEL. ANDI CAMBANG terpilih menjadi seorang panglima angkatan perang pada tanggal 12 November 1999. Beberapa perang melawan penjajah telah beliau pimpin seperti perang melawan tentara Inggris di Ambarawa, memimpin pasukannya untuk membela Kab SIDRAP dari serangan Sabu-sabu. Pada tahun 1995 beliau ini wafat. Beliau wafat karena terjangkit penyakit tuberculosis. Panglima besar Sudirman ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.


   PENDIDIKAN ANDI CAMBANG
  
Sekolah Taman Siswa
SD 3 Carawali
SMP PPM Rahmatul Asri
SMA PPM Rahmatul Asri
STAI DDI PangSid
Pasca serjana UMI Makassar


   KARIR ANDI CAMBANG

Ustaz Laskar Islam
BNN Rehabilitasi Badoka Makassar
BNK Sidrap
Blogger Top Sidrap

   PENGHARGAAN ANDI CAMBANG
  
Pahlawan Daerah
Cendekiawan Sidrap
Blogger Sidrap
Pemuda Cedekiawan sidrap

Evi Masamba Artis DA Asal Masamba SUL-SEL

0 komentar
Evi Masamba Dangdut academy 2 Biodata lengkap Evi da2 indosiar


Evi da 2 mewakili masamba Kini namanya sudah dikenalbanyak Orang semenja Mengikuti Audisi Da2 dan lolos ke final.
Evi masamba Sulawesi selatan ini punya ciri khas suara yang unik. Ya dengan Hadirnya Evi masamba, kini banyak yang ingin tahu tentang dirinya, pengen tahu atau pengen tahu bangatlah pokoknya.
Seperti halnya, 
Biografi Evi Masamba Dangdut academy 2, Biodata lengkap Evi Masamba Dangdut academy 2, Profil lengkap Evi Masamba Dangdut academy 2, Dan masih banyak lag.

Profil evi Masamba DA2

Evi masamba dengan Nama panjangnya Evi Anggriani, Berasal dari Sulawesi selatan dan mewakili Masamba. LAhir di 7 Mei 1991. Jadi mimin buat Artikel ini Tepat Hari ulang tahun Evi masamba. Evi masamba Hobinya adalah bernyanyi. disamping itu, evi masamba da2 juga sangat suka memancing. Dan film yang sangat di sukai evi adalah Film India.
Pembaca sigotom.com ini dia foto Evi masamba.

Evi masamba.
Lebih lengkapnya, inilah biografi lengkap Evi masamba.

Nama lengkap     :  Evi Anggriani
T/Lahir                 : Malangke 7 mei 1991
Hoby                    : Nyanyi, Mancing
Film favorit         : India

Itulah Profil lengkap Evi da2 dari masamba.
Nantinya aan kami posting mengenai Alamat twitter Evi Masamba Dangdut academy 2, Alamat Facebook Evi Masamba Dangdut academy 2, Pin BBM Evi Masamba Dangdut academy 2, No HP Evi Masamba Dangdut academy 2, Nama Pacar Evi Masamba Dangdut academy 2, Alamat Rumah Evi Masamba Dangdut academy 2, Download Lagu Evi Masamba Dangdut academy 2, Download Mp3 Evi Masamba Dangdut academy 2, Evi Masamba Dangdut academy 2 Wikepedia, Evi Masamba Dangdut academy 2 Youtube. Benarkah Evi Masamba Dangdut academy 2, Pacaran Dengan Reza Da2?
Rabu, 13 Mei 2015

Aty Dangdut Academi

0 komentar
Aty Dangdut Academi


Biodata Aty Dangdut Academy :


  • Nama Lengkap                               : Nur Aty
  • Nama Panggilan                             : Aty
  • Umur                                            : 27 Tahun
  • Agama                                          : Islam
  • Kota Asal                                      : Kepulauan Selayar
  • Kota Audisi                                   : Makassar



Aty Dangdut Academy didalam kategori dangdut,indonesia dan sukses di terbitkan diwebsite ini pada waktu 16.47.

Diatas itu Profil Biodata Artis Terupdate lengkap yang bisa gue kumpulkan. serta mengucapkan bersyukur : Alhamdulillah, gue telah dapat memberikan ini Aty Dangdut Academy kepada anda, terima kasih kepada anda yang sudah berkunjung

FADLY PADI BAND

0 komentar
 FADLY PADI BAND
Nama lahir Andi Fadly Arifuddin
Nama lain Fadly Padi
Lahir 13 Juni 1975 (umur 39)
Bendera Indonesia Makassar, Indonesia
Jenis musik alternative pop/rock
Instrumen vocal
Tahun aktif 1997 - sekarang
Terkait dengan Padi , Maher Zain , Burgerkill
Pasangan Dessy Aulia
Anak Bilal dan Aidan (kembar)
Fathimah
Hasan

Andi Fadly Arifuddin yang lebih dikenal sebagai Fadly Padi (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Juni 1975; umur 39 tahun) adalah vokalis utama dari grup band Padi yang juga salah satu pendiri grup band Padi. Sebelum mendirikan Padi bersama Ari (gitar), Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar), pada tanggal 8 April 1997, Fadly adalah vokalis grup band Mr. Q Band, yang sering tampil sejumlah kafe di Surabaya.
Fadli juga sering membantu penyanyi/grup band lain Seperti berkaloborasi dengan band Metal dari Ujung Berung "BURGERKILL" dengan lagu Tiga titik Hitam. Membuat nama fadly begitu dihormati para Begundal (sebutan fans Burgerkill) / para Metalhead Indonesia. Bisa dibilang Lagu Tiga titik hitam mengantarkan Burgerkill ke tangga sukses di musik indonesia di awal kariernya.

Fadly juga dikenal saat dia memboyong penyanyi religi Maher Zain yang berasal dari Swedia, dengan menggebrak lewat lagu yang berjudul "Insyaallah"
Dan sekarang Fadly bukan hanya dikenal oleh khalayak muda/dewasa, tapi juga menjadi tidak asing oleh kaum anak-anak, lagunya yang berjudul "Baca Bukumu" menjadi Soundtrek/ost di film anak-anak yang berasal dari Malaysia Upin & ipin.

PASYA UNGU

0 komentar
PASYA UNGU

Pemilik nama lengkap Sigit Purnomo Syamsudin Said ini lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, ia keturunan Bugis. Dengan karirnya sebagai penyanyi, Pasha bersama dengan grup band-nya merupakan salah satu grup band ternama tanah air. Pasha lahir pada tanggal 27 November 1979. Grup band Ungu adalah tempat dimana ia saat ini menjadi vokalisnya. Ia bergabung dengan ungu pada tahun 1999. Pasha terlahir dari pasangan Syamsuddin Said dan Andi Bumbeng.  
Biografi Pasha : Perjalanan Bermusik
Pasha memang bukan pertama kali berkarir di dunia hiburan tanah air. Namanya saat ini berkibar bersama grup band Ungu sebagai vokalis. Sebelumnya, Pasha sudah pernah muncul di televise sebagai model, main sinetron dan bahkan pernah juga bergabung dengan beberapa grup band.
Bakat bernyanyi sudah terlihat sejak masih kecil. Di tanah kelahirannya, Pasha pernah menjuarai lomba adzan se Sulawesi Tengah dengan menyabet juara ke-2. Dari kecil ia senang melantunkan ayat alqur’an dan adzan. Pasha pernah juga mengenyam bangku kuliah di kampus ABA-ABI. Ternyata dunia musik lebih menarik baginya. Sempat juga ia menggarap sebuah band baru bernama Michael Says di tahun 2008. Bersama rekan bisnis Pasha mendirikan label yang di beri nama Monash.  

Biografi Pasha Ungu : Kehidupan Keluarga

Pada tahun 2003, Pasha menikah dengan Okie Calerista Agustina Sofyan. Pasha di karunia’i tiga orang putra – putri yang bernama Kisya Alvaro Putra Sigit, Shakinah Azalea Napasha, dan terakhir Nasha Anaya Putri Valentina Pasha.

Namun sayang pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Okie Agustina, begitu panggilan akrab untuk isteri Pasha sempat di kabarkan selingkuh dengan salah satu gitaris grup band.

Pasha juga harus berurusan dengan pihak kepolisian terkait permasalahan di atas. Pasha karena terdorong emosi melayangkan pukulan keras pada pria yang di anggap teman selingkuh isterinya. Beruntung keduanya sepakat untuk menempuh jalur perdamaian guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan di tengahi oleh Polresta Bogor, Pasha bersedia memberikan maaf dan mereka bersedia berdamai.

Okie kemudian mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Bogor kepada Pasha. Gugatan tersebut di kabulkan oleh Pengadilan setempat. Seperti di ketahui akhirnya bahtera rumah tangga yang telah mereka bina selama enam tahun sejak tahun 2003 sudah karam. Setahun berlalu sejak perceraian, tepatnya 14 November 2009, Okie melahirkan anak Pasha yang ke tiga di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina, Bogor.  

Ternyata meskipun keduanya sudah bukan lagi pasangan suami isteri. Mereka masih saja terlibat perselisihan. Okie melaporkan Pasha atas dugaan tindakan kekerasan pada tanggal 29 Juli 2009 ke Polresta Bogor.  
Keduanya saling lapor ke polisi, selain Okie yang melapor ke polisi. Pasha mengaku bahwa ia di cakar oleh Okie.

Babak berikut kehidupan Pasha berlanjut ketika ia memutuskan untuk menikahi pujaan hatinya Adelia Wilhelmina. Pasha menikahi Adelia pada tanggal 27 Maret 2011. Mereka sudah di karuniai satu orang putra yang di beri nama Dewa Hikari Zaidan Ibrahim. Putranya lahir pada tanggal 22 Desember 2011.

Demikian biografi Pasha Ungu semoga bermanfaat
 
Rabu, 11 Maret 2015

Andi Sitti Meriem Nurul Kusumawardhani Mattalatta

0 komentar

Andi Sitti Meriem Nurul Kusumawardhani Mattalatta

 Oleh ; Ahmad Risal SM.
Email : ahmadrisalsmbizot@yahoo.co.id

Andi Sitti Meriem Nurul Kusumawardhani Mattalatta atau dikenal hanya dengan Andi Meriem Mattalatta (lahir di Makasar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 31 Agustus 1957 – meninggal di Zoetermeer, Belanda, 4 Juni 2010 pada umur 52 tahun[1]) adalah seorang penyanyi Indonesia yang dijuluki "Mutiara dari Selatan". Julukan tersebut pertama kali diberikan oleh Iskandar, seorang komposer / pemusik yang sekaligus menciptakan lagu berjudul sama untuk Andi Meriem ("Mutiara dari Selatan"). Andi Meriem pernah menikah dengan Bambang Hertasning, memiliki seorang anak bernama Herli Merdania, dan kemudian menikah lagi dengan Hendra Pribadi.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]
Sebagai seorang yang sukses meniti karier sebagai penyanyi pop di tingkat nasional, Andi Meriem Mattalatta dikenal sebagai seorang yang merakyat. Semasa kuliah pada program sarjana muda Sastra Inggris awal tahun 70-an, dia lebih senang naik becak ke kampusnya di Universitas Hasanuddin Makassar, yang kontras dengan kedudukan orangtuanya yang cukup berada dan terhormat. Di kampus dan dalam pergaulan sehari-harinya, Andi Meriem juga dikenal sebagai gadis sederhana dalam berpakaian dan bergaul.

Ayahnya adalah Mayor Jenderal (purn.) Andi Mattalatta, adalah orang yang terpandang di Sulawesi Selatan. Ia memiliki andil besar dalam pembangunan Stadion Mattoanging Makassar dan pengembangan dunia olahraga di Sulawesi Selatan. Dia juga merupakan mantan Ketua KONI Sulsel yang namanya kemudian diabadikan sebagai bagian nama stadion Sulsel tersebut, yaitu Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar.

Andi Meriem Mattalatta bersama ayah dan saudara-saudaranya adalah penggemar olahraga, khususnya olahraga ski air. Andi Meriem adalah anak kelima dari enam bersaudara, mulai dari Hermin, Ilhamsyah (satu-satunya laki-laki), Radiah, Faridah, Meriem, dan kemudian Soraya.

Andi Meriem pernah menikah dengan Bambang Hertasning, memiliki seorang anak bernama Dania, dan kemudian menikah untuk kedua kalinya dengan Hendra Pribadi.

§Karier menyanyi[sunting | sunting sumber]
Meriem dan Farida pernah beberapa kali mendapat juara ski di Ujungpandang. Meriem mulai menyanyi ketika masih duduk di kelas V Sekolah Dasar tahun 1970 berhasil mendapatkan posisi juara I lomba menyanyi pop se-Ujungpandang. Ia termasuk 10 finalis dalam lomba nyanyi pop se-Indonesia pada tahun 1973.

Andi Meriem terorbit ke permukaan dunia musik nasional setelah tampil dalam rekaman pertamanya Mutiara dari Selatan ciptaan Iskandar. Dari Iskandarlah Meriem banyak berguru dalam seni suara. Guru lainnya dalam soal menyanyi ialah Arifin yang pernah bekerja di KRI Ujungpandang (sekarang Makassar).

Andi Arsyil Rahman Putra

0 komentar

Andi Arsyil Rahman Putra

 Oleh ; Ahmad Risal SM.
Email : ahmadrisalsmbizot@yahoo.co.id
Andi Arsyil Rahman Putra (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 15 September 1987; umur 27 tahun) adalah seorang aktor Indonesia. Arsyil adalah anak kelima dari tujuh bersaudara, putra pasangan Prof.Dr.Ir.H.Andi Rahman Mappangaja M.S dan Ir.Yusnidar Yusuf.

Karier[sunting | sunting sumber]
Kariernya di dunia hiburan sebenarnya telah ia mulai sejak ia bermain dalam sinetron "Ngaca Dong!" bersama Catherine Wilson dan menjadi model video klip artis-artis lokal di Makassar.

Akan tetapi, sosoknya mulai dikenal masyarakat luas setelah ia berhasil lolos audisi dan memerankan dengan baik, tokoh Furqon dalam film Ketika Cinta Bertasbih yang kosahnya diangkat dari novel best-seller (dengan judul yang sama) karya Habiburrahman El-Shirazy. Ketika itu, Arsyil hanya memiliki bekal dalam bidang modeling dan tidak pernah mengikuti teater.

Arsyil, dengan manajemen waktu yang baik, berhasil menempuh pendidikan S1-nya di 3 perguruan tinggi sekaligus, yaitu fakultas MIPA jurusan Fisika/Program Studi Geofisika, Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Ekonomi (lulus 2010), dan Fakultas Teknik jurusan Teknik Informatika Program Studi Teknik Informatika (lulus 2010). Saat ini, Arsyil sedang melanjutkan studinya ke jenjang Master (S2).

Prinsip hidupnya yang sederhana, ditambah karakter kuatnya sebagai pembelajar yang pantang menyerah dengan dilandasi kekukuhan spiritualitas membuatnya meraih banyak prestasi di umurnya yang terbilang muda. Arsyil sering mendapatkan predikat juara kelas dan meraih beasiswa atau prestasi di berbagai lomba. Di antaranya juara III Lomba Fisika "The Most Creative Student Award" dan peserta Olimpiade Fisika kota Makassar. Ia juga pernah menjadi siswa berprestasi, Duta pariwisata kota Makassar (2007), Duta Kawasaki (2007), ikon salah satu mall di Makassar, dan berbagai macam prestasi di bidang pendidikan dan entertainment. Ia pun pernah dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Berkepribadian Pembangunan (TBP) 2011 dan Duta "International Youth Forum On Climate Change" (IYFCC) pada tahun yang sama.

Dengan motto hidupnya : " Tulislah apa yang engkau baca dan bacalah apa yang engkau tulis. Berbagilah sebanyak mungkin dan pertanggungjawabkanlah kehidupan ini" , kini Arsyil berhasil berkarya dalam dunia kepenulisan dengan mengeluarkan 2 buku motivasi mengenai kehidupan.

Buku pertamanya "Life is Miracle" (Menangkap Pesan Luar Biasa dari Setiap Keping Kejadian) terbit pada Oktober 2010 dan merupakan karya bersamanya dengan dua penulis lain, yaitu Anneke Putri dan Ahmad Faris. Buku ini membahas tentang kehidupan manusia dan bagaimana kita memandang setiap keping kejadian dalam kehidupan sebagai suatu proses dan hikmah. Buku terbitan Ufuk Publishing House ini memuat 45 kisah inspiratif. Dimana masing-masing kisahnya mengandung kekuatan motivasi untuk seseorang berbuat lebih baik dan bepikir positif. Buku ini mengajak setiap pembacanya memandang setiap untaian peristiwa melalui kacamata pembelajaran.

Sukses mendapat tempat di hati pembacanya, Arsyil kemudian melahirkan buku keduanya yang berjudul "EURECLE!" (Anda dan Setiap Manusia Adalah KEAJAIBAN). Buku inspiratifnya ini baru saja launching 10 Juli 2011 lalu di acara Jakarta Book Fair, Istora Senayan. Yang berbeda dari karyanya kali ini adalah ia menulis sendiri dan dengan memakan proses yang cukup panjang, yaitu selama dua tahun lebih. Buku EURECLE ini menjadi manis dan menarik dibaca karena adanya racikan sains, filosofi, kaidah kehidupan, dan nilai-nilai Ketuhanan yang begitu terasa dan bercampur menjadi satu dengan pemaparan yang dikemas begitu ringan namun bermakna. Eurecle telah berhasil memancangkan dengan kuat konsep bahwa setiap manusia memiliki keajaibannya masing-masing. Menurutnya setiap manusia memiliki (to have) kemampuan untuk menjadi (to be).

Arsyil terakhir bekerja sebagai Leader Personal Representative di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. Sekarang, selain di dunia entertainment, kesibukan yang ia jalani adalah mengembangkan berbagai bisnis, menjadi consultant salah satu perusahaan swasta, pembicara, dan narasumber di berbagai acara, baik di bidang pendidikan, pengembangan diri, maupun manajemen. Ia juga sering mengisi pengajian di beberapa lembaga pemasyarakatan, instansi-instansi pemerintah dan swasta.

Hobi pengagum Albert Einstein ini bermacam-macam, mulai dari membaca, traveling, olahraga, bermain musik, berbisnis, berdiskusi, dan menulis. Terbukti dari beberapa hobinya tersebut kini mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Arsyil juga pernah merambah dunia tarik suara dengan menjadi salah satu penyanyi soundtrack film religi karya Habiburrahman El-Shirazy "Dalam Mihrab Cinta." Ia berduet dengan Oki Setiana Dewi (pemeran Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih) menyanyikan lagu "Karena Hati Bicara."
 

PALING DISUKAI

POLLING ANDA :