Tampilkan postingan dengan label Kuliner Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Daerah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Mei 2015

Kuliner Khas Selayar.

0 komentar
Nasi Santan & Ikan Bakar
Oleh :
Ahmad Risal SM

Nasi Santan + Ikan Bakar ini bener2 kuliner khas dari kepulauan selayar jadi mesti dicicipin kalo kita dah berada disana. Dan masih di seputaran pasar lama kota benteng ada warung kecil yang menjual paket nasi santan + ikan bakar ini. Seporsi Nasi Santan + ikan bakar di bandrol hanya Rp. 20.000,- saja tergantung ikan apa yg kita pesen.

Ikan Bakar nya Terasa Beda

Ikan bakar nya kita bisa pilih & rata2 ikan laut, mau ikan baronang, ikan bawal, ikan kuwe, ikan tongkol dll bisa di pilih. Kalo di liat penampakan nya sech ngak ada beda dengan ikan bakar yg lain tapi yang bikin terasa beda banget itu pasti nya nasi + sambel nya. Eh tapi ikan nya segar banget karena hasil tangkapan nelayan yang masih baru merapat. Ikan nya Bisa Pilih

Nasi Santan + Ikan Bakar + Sambelnya

Sambel nya terbuat dari cabe rawit, bawang merah & putih, kacang tanah dan tentu nya irisan belimbing wuluh. Jadi rasa nya agak2 sedikit asam pedas menambah gelora untuk namha nambah dan nambah terus weks 100x. Sedangkan nasi nya sech nasi putih biasa yg di masak dengan santan kelapa jadi rada2 gurih.
Dua kuliner ini menjadi wajib hukum nya kalo sudah berada di Kepulauan Selayar, cicipin secuil nikmat nya pasti akan nambah lagi dan lagi.

Sambelnya Khas Banget, Campuran Kacang + Blimbing
Hajar Sampai Habissss

Kuliner Khas Manado

0 komentar
Bubur Manado
oleh :
AHMAD RISAL SM

Bubur Manado adalah makanan khas Sulawesi Utara, yang biasanya dijadikan menu sarapan di tempat asalnya di Manado.

Bubur Manado adalah salah satu menu sarapan warga Manado yang sangat digemari. Bubur Manado terbuat dari labu, jagung dan beberapa macam sayuran lainnya.

Bahan:

    100 gr beras
    750 ml air
    1 lembar daun pandan
    2 batang serai, memarkan
    1 sdt garam
    150 gr jagung manis pipilan
    250 gr labu kuning, potong dadu
    1 ikat bayam
    1 ikat kangkung
    2 ikat daun kemangi
    Pelengkap: sambal tomat dan ikan jambal asin goreng

Cara Membuat:


    Buat bubur : masak beras bersama air, daun pandan, batang serai, dan garam hingga menjadi bubur yang lunak.
    Masukkan jagung manis dan labu kuning, masak hingga lunak.
    Tambahkan bayam dan kangkung, masak sebentar, masukkan kemangi, aduk rata, angkat.
    Sajikan bubur sayuran dengan sambal tomat dan ikan jambal asin. Selamat mencoba

Kuliner Khas Mamasa

0 komentar
Depatori Kuliner Khas Mamasa 

oleh ;
AHMAD RISAL SM

Siapa orang Mamasa yang tidak kenal Depatori?, sekilas bentuknya menyerupai kotoran kucing, tapi kalau sudah masuk di mulut, hmmm, dijamin anda pasti ketagihan. Kue khas mamasa ini cara pembuatannya pun cukup mudah, bahan dasarnya adalah tepung beras dan gula merah.  

Berikut Resep dan cara pembuatan Depa Tori :

Bahan2 untuk membuatnya tergolong mudah didapat.

  1. Tepung beras biasa, 2 kg
  2. Gula merah, 2 kg
  3. Vanili, 3 bungkus kecil
  4. Baking powder, 1/2 sendok teh
  5. Wijen, 2 ons

Cara membuatnya:
  • Gula merah dicairkan dengan 3 gelas air putih
  • Setelah mendidih, masukkan semua bahan, kecuali wijen
  • Aduk sampe berupa adonan berwarna kecoklatan
  • Kalo adonan sudah jadi, taruh di wadah yang sudah ditaburi wijen.
  • Bentuk adonan menjadi lempengan pipih berbentuk persegi empat panjang
  • Potong miring berjarak sekitar 4 cm pake pisau plastik
  • Goreng sebentar di dalam minyak goreng panas sampe berwarna coklat mengkilat
  • Angkat, tiriskan

Kuliner Khas Polewali

0 komentar
Golla Kambu. 

Oleh :
AHMAD RISAL SM

Salah satu peganan khas yang sering dijadikan oleh oleh ketika berkunjung ke Kabupaten Polewali Mandar adalah Golla Kambu.

Meski hanya terbuat dari bahan yang sangat sederhana, ternyata Golla Kambuh mampu menarik perhatian orang banyak. Selama Bulan Suci Ramadhan peganan tradisional ini banyak dipesan warga setempat bahkan dari luar daerah utamanya untuk berbuka puasa.

Bagi sebagaian warga yang belum pernah makan peganan ini tidaklah salah apabila mencoba mencicipinya, dijamin sekali lidah merasakan manisnya, maka rasa ingin tambah akan terus timbul dalam hati kita. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat peganan ini adalah beras ketang pilihan, kelapa parut yang masih muda dan gula merah.

Ketiga bahan tersebut dicampur jadi satu kedalam sebuah wadah yang kemudian dimasak sampai beberapa jam hingga menyerupai suatu adonan yang keras. Hasil akhir, adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang yang sudah mengering dalam ukuran yang kecil kecil. Meski tidak diberi bahan pengawet, peganan ini mampu bertahan hingga beberapa bulan. Selama Bulan Ramadhan 1427 H, jumlah peganan Golla Kambu semakin meningkat, karena itu beberapa penjual di daerah Botto Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar kewalahan menanganinya.

Bizot salah seorang warga yang sudah Empat Tahun menjadi pengusaha Golla Kambu mengatakan bahwa “ Sealam bulan suci ramadhan ini permintaan Golla Kambu meningkat drastis. Dalam sehari dia dan karyawannya bias membuat 20 hingga 15 kali, yang menghasilkan ribuan bungkus kecil Golla Kambu. Kebanyakan peganan tersebut dijadikan menu berbuka puasa” Hal yang sama juga dikatakan oleh Anto (28) “ setiap melintas di daerah Campalagian tak lupa dia membeli Golla Kambu, selain untuk di Konsumsi sendiri juga dijadikan oleh oleh untuk teman-temannya di Makassar. Hingga saat ini Golla Kambu sudah dipasarkan kebeberapa daerah di Indonesia, bahkan luar negeri sedikitpun. Omzet yang diperoleh dari hasil penjualannya mencapai 1 hingga 2 juta perhari.

Kuliner Khas Toraja

2 komentar
Makanan Khas Toraja

Oleh :
AHMAD RISAL SM

Makanan Khas Toraja - Toraja adalah kota yang terletak di Pulai sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan, di Toraja sangat terkenal dengan objek wisatanya, tetapi dalam postingan ini, saya tidak membahas tentang wisata di Toraja, tetapi Masakan Khas yang berasal dari Toraja. Apa aja sih Makanan Khas Toraja.? Yuk disimak

Makanan Khas Toraja

1. Pa'piong

Makanan ini biasanya terbuat dari daging babi, ayam, ikan dan beras cara masanya tinggal masukkan daging yang telah dibumbui kedalam bambu kemudian dibakar.


- Untuk Pa'piong (Babi) Makanan ini adalah makanan terbuat dari babi yang dicampur dengan sedikit rempah-rempah bersama dengan lombok katokkon(cabe asli Toraja). dan uniknya di masak dengan menggunakan bambu dan yang kemudian di panggang.

- Sedangkan untuk Pa’piong manuk (ayam), Makanan ini adalah makanan yang terbuat dari ayam yang juga dicampur dengan rempah-rempah.Proses pembuatannya sama dengan pa’piong babi, juga di masak dalam bambu, yang kemudian di panggang.

2. Pantollo’pamarasan

Pantollo’ pamarasan merupakan masakan khas Toraja yang terbuat dari daging babi yang diolah dengan pamarasan (rawon) yang dicampur dengan sedimikian rupa menggunakan rempah-rempah khas Toraja.Makanan ini biasanya disajikan dalam acara-acara adat masyarakat Toraja.Selain dimasak dengan menggunakan daging babi, Tollo’pamarasan juga bisa diolah dengan menggunakan


3. Deppa Tori'

Makanan ini merupakan kue khas Tana Toraja selain bentuknya yang unik, rasanya juga tidak kalah dengan Kue dari Kuliner lainnya.

Yup itulah 3 Makanan Khas yang cukup terkenal yang berasal dari Toraja, semuanya bisa mudah didapatkan jika anda berkunjung kesana. Semoga artikel ini bermanfaat ya, dan bisa dijadikan Refrensi untuk teman teman yang sedang mencari info Tentang Makanan Khas Toraja.

Kuliner Asal Enrekang.

0 komentar
Nasu Cemba
Oleh :
AHMAD RISAL SM

Nasu cemba adalah masakan yang sangat populer bagi masyarakat Massenrempulu bahkan bagi orang-orang dari luar massenrempulu yang pernah mencoba jenis makanan ini. Nasu Cemba terbuat dari daging yang dimasak berkuah dengan menggunakan bahan yang khas yaitu daun cemba.Di samping ada gambar daun cemba(sejenis tanaman petai tapi cemba ini batang dan tangkai-tangkainya berduri).

Bagi anda yang pernah mencobanya dan masih ingin merasakakan nikmatnya masakan ini tapi sangat sulit untuk mendapatkannya, mungkin karena jauh dari daerah asal atau sekedar ingin mencoba memasak sendiri

Bahan :

1 Kg Daging sapi
2 Kg Tulang (biasanya yang paling bagus adalah tulang leher)

Bumbu :

5 siung Bawang putih
8 butir Bawang Merah
6 buah Jahe
2 buah Kemiri
½  sendok makan Merica
½ sendok makan Kunyit
2 sendok makan Kelapa sangrai (dihaluskan sampai mengeluarkan minyak)
Daun Cemba (yang masih muda)
Garam
Penyedap rasa
 
Cara Memasak :

Cuci bersih daging sapi dan tulang kemudian dipotong-potong sesuai dengan keinginan (biasanya untuk dijual di warung daging diikat pada tulang dengan menggunakan tali rafia yang kecil).
Bawang putih, bawang merah, jahe dan kemiri dihaluskan dan dicampur kemudian ditumis sampai harum.
Masukkan daging sapi yang telah dipotong ke dalam panci dan dimasak
Masukkan Bawang putih, bawang merah, jahe dan kemiri yang telah ditumis
Tambahkan merica dan kunyit
Tambahkan Garam dan penyedap rasa (secukupnya)
Masukkan Kelapa sangrai (kelapa sangrai yang telah dihaluskan sampai mengeluarkan minyak) 2 sendok makan.
Tambahkan daun cemba sekitar segenggam
Masak sekitar 2-3 jam kemudian siap dihidangkan
Selamat Menikmati !

KULINER KHAS PALOPO

0 komentar
KAPURUNG

OLEH ;
AHMAD RISAL SM

Untuk sekedar diketahui bahwasannya kapurung itu adalah salah satu masakan khas Palopo dari Sulawesi Selatan. Mungkin dari ibu-ibu yang sering berkunjung ke blog ini (khususnya dari palopo) sudah tahu atau bahkan sudah pernah membuat apa yang namanya masakan kapurung…Bagaimana hasilnya? Tentunya jika dilakukan dengan sabar dan telaten hasilnya pasti memuaskan. Nah, bagi ibu-ibu yang belum tahu dan ingin mencoba membuat masakan kapurung silahkan lihat resepnya di bawah ini. kapurung khas palopo

Bahan Kapurung
    500 gram dada ayam, dibakar sedikit, suwir-suwir, sisihkan

Sayur-Sayuran (Secukupnya)

    Kangkung/daun pakis/daun mandrak/daun labu/daun katuk
    Jantung pisang, diiris tipis
    Terong bulet, dibelah 4
    Kacang panjang, dipotong-potong
    Jagung, disisir
    Terong ungu, dipotong-potong

Bumbu yang Dibutuhkan

    garam, cabe rawit hijau, tomat rebus, semua diulek halus
    5-6 bh jeruk limau, dibelah, peras airnya

Cara Memasak Kapurung Masakan Khas Palopo

    Didihkan air panas, masukkan semua sayuran dan ayam yang sudah disuwir, rebus sampai matang.
    Sementara itu, siapkan tepung sagu kira2 segelas, terus dicairkan dengan air dua gelas, aduk sampai halus, sisihkan di dalam baskom.
    Didihkan air panas dan langsung dimasukan ke cairan sagu tadi jangan diaduk, sampai menyatu semua tunggu sampai permukaannya memutih, baru diaduk-aduk sampai menyatu
    semua, tandanya adalah adonan berbentuk seperti dodol.
    Siapkan baskom lain, isi air dingin 1/4 baskom, Bulatkan adonan sagu dengan menggunakan sendok, setiap bulatan dimasukan ke baskom berisi air dingin. Kalau susah pakai.
    Jika sayur dan ayam sudah matang, masukan bumbu halus ke dalam panci sayur, aduk rata, masukan juga air jeruk limau sesuai selera, aduk sekali lagi, matikan api.
    Masukkan sayuran dan daging ayam ke dalam baskom yang berisi adonan sagu, aduk rata. Siap dihidangkan.

Kuliner Khas Makassar

0 komentar
Coto Makassar

OLEH :
AHMAD RISAL SM

Sesuai dengan namanya Coto Makassar adalah hidangan berkuah yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Di setiap jalan di kota Makassar, dapat dengan mudah ditemukan warung-warung yang menyediakan Coto Makassar. Rasa hidangan ini di setiap warung memang hampir-hampir sama, tapi yang membuat berbeda adalah bumbu tambahan yang diberikan oleh masing-masing pedagangnya. Dan itu menjadi rahasia dapur masing-masing.

Coto Makassar berbahan dasar daging sapi, ditambah dengan jeroan sapi, berupa paru, hati, usus, jantung, dan babat. Sementara bumbu kuahnya merupakan perpaduan sejumlah rempah-rempah dan gilingan kacang tanah yang sudah digoreng. Enak tidaknya hidangan ini memang sangat bergantung pada bumbu kuahnya.

Ramuan rempah-rempah yang terdiri dari 40 jenis dimasak di kuali tanah liat yang disebut dengan korong butta atau uring butta. Jenis kuali yang digunakan untuk memasak dipercaya ikut juga mempengaruhi rasa Coto Makassar. 40 jenis rempah itu diantaranya adalah kacang tanah, kemiri, cengkeh, pala, serai yang ditumbuk halus, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, garam, pepaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jerohan. Konon rempah-rempah itu tidak hanya berguna untuk menentukan rasa Coto Makassar, tetapi juga sebagai penawar kolesterol yang ada di jeroan.

Coto Makassar biasa disantap dengan ketupat atau burasa, dan dilengkapi dengan sambal taoco. Penggunaan taoco ini memperkuat dugaan kalau makanan ini dipengaruhi oleh makanan Cina yang sudah dikenal pada abad ke-16. Diduga juga kalau Coto Makassar sudah ada sejak Somba Opu, pusat Kerajaan Gowa, yang pernah berjaya pada tahun 1538.

BAHAN:


500 gram daging sapi

500 gram babat, rebus matang

300 gram hati sapi, rebus matang

200 gram jantung sapi, rebus matang

5 batang serai memarkan

4 sm lengkuas memarkan

2 cm jahe memarkan

5 lembar daun salam

250 gram kacang tanah, goreng haluskan

2,5 liter air cuci beras/tajin

1 sdm bumbu kaldu bubuk rasa sapi

6 sdm minyak sayur

Haluskan :

10 siung bawang putih

8 butir kemiri sangrai

1 sdm ketumbar sangrai

1 sdt jintan sangrai

1 sdt garam dan 1 sdt merica butiran

Pelengkap : bawang goreng, irisan daun bawang dan irisan seledri, sambal taoco

Haluskan : 10 bawang merah, 5 siung bawang putih, 10 cabai keriting rebus sebentar, 100 gram taoco, tumis dengan 6 sdm minyak sayur hingga matang, haluskan tambahkan garam dan gula merah.

CARA MEMBUAT:

1. Rebus daging sapi, babat, hati dan jantung, beri serai, lengkuas, jahe dan salam setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu. Jerohan sapi matang, potong dadu. Sisihkan.

2. Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, masukkan kedalam kaldu, tambahkan kacang tanah goreng, didihkan.

3. Penyajian, siapkan mangkuk, isi dengan daging dan jerohan beri kuahnya, taburi bawang goreng, irisan daun bawang dan seledri sajikan dengan buras dan sambal taoco.

4. Sajikan hangat

Kuliner Khas Pangkep

0 komentar
Dange Segeri



OLEH ;
AHMAD RISAL SM

Dange Segeri,Makanan Khas Pangkep. Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang mayority adalah orang-orang Bugis. Komunitas Pangkep memiliki bagian penting untuk memperkenalkan kue tradisional Pangkep, misalnya adalah Dange. Dange merupakan salah satu kue tradisional masyarakat Pangkep atau kita bisa menyebutnya sebagai kue tradisional Bugis. Masyarakat Pangkep yang terutama Segeri mulai memperkenalkan Dange kepada masyarakat tentang tahun pertama 2000. Salah satu orang yang Segeri yang pertama kali menjual Dange adalah "Puang H. Bora dengan nama toko kecilnya untuk Dange adalah" Sabah ".
Dia menjual Dange Putih (Dange putih). Dange putih yang dibuat oleh H. Bora dapat membuat minat masyarakat untuk mencoba rasa Dange. Selain rasa Dange lezat atau sangat bagus, proses untuk membuatnya begitu unik juga, karena kita harus menggunakan arang atau kayu bakar.keberhasilan dari menjual Dange, H.Bora memberikan motivasi kepada masyarakat Segeri lain untuk bergabung menjual Dange. Selain Dange putih, ada Dange hitam juga. Dange hitam lebih lezat dan lebih tahan lama dibandingkan Dange putih sehingga dia memilih untuk menjual Dange hitam dengan menambahkan rasa keju . Dange dapat bertahan tiga hingga empat hari.

 A. Alat:
     A'dangeng atau pencetakan Dange
    Daun pisang
    Arang atau kayu bakar
    Sendok
    Besot
    Pisau

 A. Bahan:

     gula aren
     kelapa
     ketan padi

 B. Cara membuatnya:


    Memperbaiki gula kelapa menggunakan pisau
    Dan kemudian mencampurnya dengan tepung beras hitam dan putih lengket di cetakan 3. Tuangkan        kelapa tergores ke adonan
    Campur adonan sampai rata
    Berikutnya Panaskan pencetakan Dange (a'dangeng)
    Lalu taruh adonan Dange terhadap a'dangeng atau pencetakan Dange. Dan jangan lupa untuk hati-hati karena pencetakan Dange panas sehingga Anda harus menggunakan kos tangan.
     Setelah itu tutup atasnya dengan daun pisang, kemudian terbalik itu posisinya.
    Tunggu sampai adonan Dange yang kecoklatan (matang).
    Siap disantap


 !! Ok, saya pikir itu semua dan saya berharap dapat memberikan ilmu dan pengalaman tentang cara membuat Dange .... Dange Segeri,Makanan Khas Pangkep

KULINER KHAS MAROS

0 komentar
ROTI MAROS
Oleh ;
AHMAD RISAL SM

Sebelum dikenal oleh masyarakat luas hingga seantero Provinsi Sulawesi Selatan, Roti Maros hanya merupakan roti kampung biasa, yang konon dibuat bagi konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Seiring perkembangan waktu, industri rumah tangga pembuat Roti Maros menjadi industri kerakyatan yang potensial.

Industri Roti Maros di mulai sejak puluhan tahun silam. Kala itu, bentuk Roti Maros masih seperti bakpao berwarna putih. Begitu pula dengan cara pembuatannya hanya menggunakan alat-alat yang cukup sederhana. Biasanya, itu menggunakan alat pemanggang roti yang dindingnya terbuat dari batu bata. Sementara mesin pompa digunakan untuk membuat pembakaran.

Saat ini pembuat Roti Maros sudah menggunakan peralatan modern, seperti oven berbahan bakar gas elpiji, mixer, rak roti, loyang, proofing final box' untuk mempercepat pengembangan adonan roti dan mempercantik kulit roti setelah dioven.

Dahulu Roti Maros dibungkus dengan plastik bening, setelah itu ditutup dengan kertas roti. Namun, sejak harga kertas roti mahal pada tahun 1990-an, maka kertas roti diganti dengan kertas koran, yang ternyata justru menjadi ciri khas dari Roti Maros.

Ciri Khas

Roti Maros mirip dengan roti kasur dan dibuat sama dengan roti pada umumnya dengan menggunakan tepung terigu, akan tetapi yang membedakannya adalah resep khusus pada isi rotinya yang dibuat secara turun-temurun berupa selai khas Maros. Dengan kata lain, Roti Maros ini memiliki rasa yang khas dengan roti pada umumnya.

Bahan

Bahan untuk membuat Roti Maros dapat dibagi menjadi dua, yaitu bagian roti dan bagian isi yang berupa selai. Pada bagian rotinya terbuat dari tepung terigu, kuning telur, santan, dan gula pasir, sedangkan pada bagian isinya bervariasi, ada yang berupa selai srikaya, durian, nanas, vanili, cokelat, dan arbei. Namun, selai srikaya yang menjadi primadona dari Roti Maros ini.

Tekstur dan Rasa
Sebenarnya Roti Maros tak jauh berbeda dari roti pada umumnya, namun memang bentuknya yang agak sedikit unik. Rotinya kecil-kecil dengan variasi berbagai isian didalamnya. Roti Maros bertekstur lembut dan berisi selai srikaya khas Maros, sementara roti biasa yang sejenis berisi coklat atau selai nanas. Salah satu yang membuat rasa Roti Maros berbeda dengan roti lainnya ialah isian pada Roti Maros ini dibuat secara khusus, Roti Maros bercita rasa khas dan berbentuk potongan-potongan kecil yang didalamnya terbuat dari selai kaya, kuning telur, santan, dan gula, sehingga rasanya manis, gurih, dan enak. Kelezatan Roti Maros ini tidak diragukan lagi dan setiap orang yang mencobanya ingin mencicipi lagi karena rasanya yang bikin ketagihan.

Waktu Yang Tepat Memakannya

Roti Maros sangat nikmat dimakan dalam keadaan panas atau hangat, karena setiap tempat penjualan Roti Maros juga tempat memproduksi Roti Maros seringkali disajikan dalam keadaan hangat bahkan masih panas-panas. Soal rasa, Roti Maros begitu lezat dan lembut. Kelezatannya begitu terasa karena ketika akan dipanggang, selai diletakkan di antara kedua roti, sehingga rasa selai dan roti berpadu. Cita rasa yang lezat ini dapat dipadukan dengan secangkir teh atau kopi di kala sore hari.

Lokasi

Tidak semua daerah di Maros menjajakan Roti Maros. Roti ini hanya dijajakan di kedai-kedai sepanjang jalan Poros Maros-Makassar. Jalan Poros Maros-Makassar letaknya sangat strategis untuk menjajakan makanan tradisional seperti Roti Maros ini karena jalan ini sebagai jalan trans Sulawesi yang menghubungkan beberapa daerah-daerah di bagian utara dari provinsi Sulawesi Selatan bahkan menghubungkan provinsi Sulawesi Tengah. Dengan keadaan ini, tidak sedikit pengendara dari luar daerah yang sedang dalam perjalanan singgah untuk mencicipi makanan khas daerah Maros ini. Para penikmat Roti Maros biasanya berasal dari Tana Toraja, Wajo, Pinrang, Parepare, Palopo, dan Sidrap.

Kuliner Khas Pare-Pare

0 komentar

Mantao Pare, Oleh-oleh Khas Kota Parepare 

oleh : 

AHMAD RISAL SM

Nikmatnya Roti Mantao Pare produksi Sinar Terang sudah sangat terkenal bagi para  pencinta roti. Penganan khas Parepare ini memiliki rasa yang enak, gurih dan bisa membuat ketagihan.


Sebagai kota jasa dan niaga, denyut nadi perekonomian Kota Parepare banyak bertumpu pada sektor perdagangan. Salah satu sektor usaha yang cukup menjanjikan di kota ini adalah sektor usaha rumah tangga atau home industry.  Banyak usaha rumah tangga yang ditekuni masyarakatnya dan beberapa diantaranya sudah terkenal hingga ke daera lain. Salah satu yang sekarang sedang naik daun adalah Roti Mantao, sebagai penganan khas Parepare.

Roti Mantao telah menjadi salah daya tarik  bagi mereka yang ingin berkunjung ke Parepare. Meski bentuknya hampir sama dengan roti pada umumnya, begitu juga bahan yang digunakan pun terbuat dari terigu. Namun warnanya putih lebih menyerupai bakpao atau tahu yang dibungkus dalam plastik.

Meskipun mirip, akan tetapi Roti Mantao berbeda dengan roti pada umumnya banyak di jual di toko-toko atau kios. Tentu berbeda juga dengan bakpao, apalagi tahu. Roti Mantao memiliki cita rasa yang khas dengan kelezatan yang bisa bikin ketagihan. Roti Mantau dapat dimakan begitu saja sambil minum teh atau kopi, namun lebih lezat kalau digoreng atau dikukus sebelum dimakan. Selain itu Roti Mantau juga boleh dikombinasikan dengan keju, selai, kornet, atau apa saja sesuai dengan selera dari yang akan mencicipinya.

Produksi Sinar Terang
Salah satu penjual Roti Mantao yang sangat terkenal di Parepare adalah buatan Heryadi Thamrin dengan nama usaha Sinar Terang. Usaha jualan kue sudah dilakoninya sejak tahun 1978, namun khusus Roti Mantao baru dimulai tahun 2007. Bapak ini juga sekaligus sebagai orang yang dikenal menemukan resep khas penganan kota Parepare tersebut.

Dalam sehari Roti Mantao rata-rata terjual hingga 500 bungkus. Pembelinya bukan hanya orang Parepare, namun juga pembeli yang datang dari berbagai daerah di Sulsel. Sejak saat itu pula Roti Mantao banyak yang membeli sebagai ole-ole khas Parepare.

Ekspansi ke Makassar
Melihat respon yang sangat besar terhadap Roti Mantao, akhirnya anak pemilik Roti Mantao di Parepare bernama Yasin Thamrin meneruskan usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya, dengan melakukan ekspansi usaha ke Makassar.  Pada September 2012 dibukalah toko Mantao Pare di Jalan Sungai Sadang Baru nomor 620 Makassar.

Sejak dibuka respon masyarakat pun sangat bagus. Pembelinya bukan hanya masyarakat Makassar, tapi banyak pula orang dari luar Sulsel, dan juga orang-orang yang sengaja menjadikannya oleh-oleh. “Sampai sekarang Roti Mantao sudah pernah dibawa ke Jawa, Kalimantan, bahkan sampai keluar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Hongkong,” terang Yasin.

Menurut pengakuan dari salah seorang pelangganya bernama H. Yusri, biasanya dia sengaja datang ke Parepare hanya untuk membeli Roti Mantao. Di Parepare dia bahkan rela antri bersama puluhan orang agar bisa membawa pulang Roti Mantao.


Sebagai pengelola sekaligus anak pemilik usaha Mantao pare, Yasin mengklaim roti yang dijualnya termasuk jajaran makanan sehat dan aman dikonsumsi siapa saja. Bahan yang digunakan tidak menggunakan bahan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Roti Mantao tambah Yasin, juga aman dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa. Citarasa khas Bugis membuat ketagihan orang-orang yang pernah mencicipi roti ini.

Untuk bisa menikmati cita ras khas Roti Mantao, cukup mengeluarkan uang Rp 4500, kita sudah bisa membawa pulang sebungkus Roti Mantao dengan isis 3 biji.

Kuliner Khas Mandar

0 komentar
Kuliner Khas Mandar
 
oleh :
Ahmad Risal SM 
 


Jepa-jepa adalah makanan tradisional suku Mandar yang biasa dijadikan sebagai bekal pelaut-pelaut Mandar. Sama dengan Jepa, hanya saja Jepa-jepa lebih kecil bentuknya dan kering sehingga lebih tahan lama. Makanan ini terbuat dari bahan ubi kayu, kelapa parut dicampur gula aren atau garam kemudian dikeringkan.

Dahulu, dibawa oleh pelaut/nelayan Mandar sebagai bekal 75% bersama beras 25%. Dibawa dalam keadaan kering. Merubah bahan mentah jepa-jepa menjadi makanan cukup mudah dan sangat singkat, hanya dibasahi air secukupnya. Air yang digunakan tergantung pada kondisi yang ada. Jika ada air panas lebih baik, tapi air laut pun sudah mencukupi bila dalam keadaan darurat. Dicampur dengan gula merah dan kelapa yang sudah diparut, atau dengan ikan. Tahan lama, bisa disimpan sampai berbulan-bulan atau sampai dua tahun bila selalu dikeringkan/dijemur di panas matahari.

Kini keadaan sudah berubah. Sekarang jepa-jepa hanyalah sebagai makanan sampingan, khususnya yang melakukan pelayaran jauh dan lama tinggal di laut, misalnya pedagang antar pulau dan motangnga. Ada anekdot di kalangan nelayan yang menggambarkan begitu efisiennya jepa-jepa sebagai logistik nelayan.

Pernah ada lomba mendayung antara nelayan Mandar dengan nelayan daerah lain menempuh jarak yang sangat jauh, berlangsung selama berhari-hari. Singkat cerita, nelayan Mandar menang, sebab membawa jepa-jepa sebgai bekal. Penyajian dan pembuatannya dilakukan sambil terus-menerus mendayung, sementara lawan lomba berbekal makanan yang harus dimasak terlabih dahulu.



Layaknya Pizza, jepa juga ada bermacam-macam rasa. Ada jepa-jepa, jepa ni gollai, jepa ni anjoroi, dll. Bahkan ada jepa yang baan dasarnya dari sagu. Untuk membuat jepa dari bahan singkong tidaklah mudah. Butuh perjuangan yang berat, mula-mula lameayu (singkong) dikupas dari kulitnya, kemudian singkong yang sudah dibersihkan tadi diparut menunakan paru` (alat parut yang terbuat dari papan yang bertabur denga duri-duri dari kawat kecil). Lalu hasil parutan tersebut di bungkus dengan menggunkan karung dan diikat sekuat-kuatnya.
Nah, setelah itu singkon parutan yang sudah dibungkus dengan karung tadi sekarang akan diperas dengan mengunakan pangepean (alat peras dengan sistem tuas ala Mandar). Pangepean ini yang saya tahu hanya ada di Mandar lho! Alat yang unik ini begitu bermanfaat di tanah Mandar ini, selain untuk membuat jepa, pangepean juga digunakan untuk membuat minyak kelapa tadisional.
Setelah ko`da (air yang terkandung di dalam singkong) telah habis terbuang pada proses pemerasan. Maka singkong tersebut kemudian dipisahkan dari singkon yang masih beukuran agak besar (singkog yang pada proses pemarutan tidak diparut secara sempurna) dengan soro-soro` (sejenis tapis dari bambu yang ukurannya sedikit lebih kecil dari tempayang. Kini singkong halus dan lembutpun didapatkan.


Selanjutnya adalah proses pemasakan. Untuk memasak Jepa membutuhkan alat masak khsus, yaitu sepasang panjepangan (terbuat dari tanah liat menyerupai piring atau mangkuk yang lebar). Panjepangan ada dua ukuran yaitu ukuran kecil dan besar. Tapi pada umumnya orang mandar banyak menggunakan yang kecil, karena yang besar hanya digunakan untuk membuat jepa-jepa (jepa yang dibuat tipis dan dikeringkan sehinnga lebih mirip dengan kerupuk). Biasanya jepa-jepa disimpang sebagai persediaan makanan jangka panjang.
Selain panjepangan, alat yang biasanya digunakan adalah sekor. Sejenis gayung dari dari tempurung kelapa dengan lengan dari bambu. Alat ini digunakan untuk menakar lameayu yang akan dimasak dan meratakan lameayu dalam panjepangan.


Pertama-tama, sepasan panjepangan dipananskan (bagusnya menggunakan kayu bakar). Kemuian lameayu ditakar mengunakan sekor dan diratakan di atas panjepangan yang panas, kemudia ditindis lagi menggunakan panjepangan yang lain yang sudah dipanaskan. Tunggu hingga lameyu menjadi menyatu sama lain (tidak terhambur lagi). Dan proses memasak pus selasai.
Kadang-kadang orang Mandar mebuat jepa degan taburan kelapa di atasnya, dan yang menurut penulis, yang paling enak itu adalah jepa ni gollai. Jepa yang di tenganya ada gula yang kental.
Sekedar untuk diketahui pembaca adalah bahwa jepa adalah makanan pokok masyaakay Mandar dari dulu. Tapi sekaran, karena sulitnya mendapatkan singkong dan anak mudah sudah kurang tertarik dengan itu. Maka penjual jepa semakin berkurang. Seolah-olah jepa telah dilupakan.

Baje Canggoreng

0 komentar
Baje Canggoreng

OLEH ;
AHMAD RISAL SM


Baje Canggoreng - kue tradisonal yang banyak dijumpai di Kota Pare-pare ini bahan utamanya dari kacang tanah dan gula merah, rasanya gurih dan manis. Panganan ini dapat bertahan sampai 1 (satu) bulan dalam kemasan. Baje canggoreng terbuat dari bahan utama berupa kacang tanah dan gula.

Sebenarnya Baje' Canggoreng tidak hanya dapat anda jumpai di daerah Pare-pare saja, melainkan hampir diseluruh daerah Sulawesi Selatan juga memproduksi cemilan manis ini, cuma yang paling populer dan dijadikan oleh-oleh para wisatawan yaa.. Setahu kami dari Kota Pare-pare.

Proses membuatnya sangat sederhana sekali yakni dengan menyiapkan kacang tanah yang sudah dikupas kemudian dikeringkan atau sekarang lebih kearah digoreng. Kemudian masukkan air, gula merah, sedikit garam dipanaskan dan diaduk sampai cairan gula mengental. Setelah mengental baru kacang yang sudah kering tadi dimasukkan dan diaduk perlahan-lahan.

Jika gula dan kacang sudah menyatu, siapkan tatakan atau cetakan untuk meletakkan adonan tersebut sampai mengering (biasanya di daerah bone alasnya dibuat dari daun pisang yang kering/muda yang digunting bentuk lingkaran jadi aromanya daun pisang menambah ke kekhasnya) dan saat mengering sajian gula kacang sudah dapat dinikmati.

Doko-Doko Cangkuneng.

0 komentar

Doko-Doko Cangkuneng.
oleh :
AHMAD RISAL SM


Kue bugis merupakan makanan tradisional dan jajanan pasar yang cukup favorit dikalangan masyarakat. Biasanya dapat kita jumpai disaat acara besar seperti pernikahan, sunatan, sedekah bumi, pokoknya diacara hajatan gitu deh. Kue bugis biasanya disajikan dengan daun suji, namun sekarang di toko-toko juga sudah ada yang menyajikan dengan plastik. Tapi anjuran dari resep kafe, resep kue bugis lebih enak disajikan sama daun suji sih,,,ada aroma wangi-wanginya. Walaupun dengan mengunakan suji berarti cara membuat kue bugis harus repot mencari daun tersebut. Tak apalah kalau sebanding dengan kenikmatannya.

Resep Kue Bugis


Tentunya bahan-bahan yang dibutuhkan sangat simpel dan mudah ditemukan di toko-toko maupun di pasar. dan yang paling penting adalah cara pembuatannya yang sangat mudah dilakukan yang akan membuat ibu-ibu dirumah tidak sabar untuk membuatnya. Jika kalian ingin membuat resep kue bugis yang masuk dalam jajaran kue basah yang legit ini, mari persiapkan bahan-bahannya.
Resep Kue Bugis

    Bahan

        200 gram Tepung Ketan Putih
        100 gram Tepung Ketan Hitam
        100 gram Kentang,tumbuk hingga halus kemudian kukus
        30 gram Gula halus
        1/2 sendok teh Garam
        150 ml santan dari satu butir kelapa (santan dipanaskan sampai mendidih dan sisakan kira-kira 125 ml dan dinginkan)
        1 sendok teh Minyak Goreng
        50 gram Minyak Goreng

    Bahan isi


        200 gram Kelapa Parut
        100 gram Gula Merah, iris-iris sampai halus
        1 sendok teh Garam
        3 lembar Daun Pandan
        100 ml air

Jika bahan adaonan dan bahan untuk isi bugis ketan hitamnya sudah dipersiapkan, mari kita mulai membuat kue bugis ketan hitan yang legit ini.
Cara Membuat Kue Bugis

    Cara membuat isi: campurkan semua bahan isi jadi satu.masak sampai mendidih dan jangan lupa sambil diaduk-aduk ya. tunggu sampai adonan kalis. setelah bahan isi matang dinginkan.
    Kulit: campurkan tepung ketan putih, tepung ketan hitam, kentang, gula halus, dan garam. aduk-aduk sampai adonan tercampur merata.
    Tuangkan santan hangat secara perlahan kedalam adonan kulit. aduk-aduk sampai merata, sambil diasuk-aduk tuangkan satu sendok teh minyak goreng. aduk-aduk lagi sampai adonan kalis.
    Ambil sedikit adonan kulit. pipihkan dan beri isi. bentuk bulat
    Masukkan bulatan bugis kedalam 50 gram minyak goreng (biar gak lengket di daun suji)
    Setelah bulatan bugis dilumuri sama minya goreng saatnya dibungkus dengan daun suji. lakukan sampai adonan habis
    Kukus sampai matang

untuk 28 buah

Begitulah cara membuat kue bugis ketan hitamnya. mudah kan cara membuat kue basah yang satu ini yang tentunta cocok di makan bersama keluarga sambil minum teh. Mudah-mudahan resep dari resep kafe bermanfaat ya untuk kalian semua. terimakasih. Semoga resep kue basah ini bermanfaat untuk kalian semua.

Kue Khas Bugis

0 komentar

Kue Khas Bugis

oleh : 
AHMAD RISAL SM

Karasa







Panganan yang terbuat dari tepung beras dan gula aren. Meski untuk membuat Karasa diperlukan keterampilan dan kesabaran khusus namun masih banyak juga warga yang tetap memproduksinya. Panganan ini selalu ada di setiap acara-acara khusus/acara adat di Kabupaten Pinrang.

Didara Belanda




Didara Belanda, kue tradisonal ini bahan utamanya tepung terigu dan telur yang memilki warna khas oranye dan kuning. Panganan kue ini memiliki rasa yang manis. Belum ada sumber sejarah yang jelas mengapa kue ini dinamakan didara belanda ,mungkin karena warnanya yang oranye yang merupakan warna kesukaan orang Belanda sehingga dinamakan didara Belanda.

Beppa Pute



Kue ini merupakan makanan tradisional yang memiliki rasa khas, manis dan renyah. Untuk acara pernikahan masyarakat Bugis kue ini menjadi syarat yang mesti ada. Kue tradisional ini dikenal dengan sebutan beppa pute yang bahan utamanya terbuat dari putih telur.

Beppa Golla Cella

Kue ini merupakan makanan tradisional yang memilki rasa manis yang khas dimana rasa golla cella (gula merah; baca : Indonesia) mendominasi kue ini. Kue ini dikenal dengan nama Beppa golla cella karena dominasi bahan adonanya adalah golla cella dan dalam pembuatannya memilki cetakan khusus.

Barongko



Kue ini merupakan makanan tradisional yang dikenal dengan nama Barongko yang bahan utamanya dari pisang yang dihaluskan dan dicampur dengan bahan kue lainnya. Uniknya kue ini dibungkus dengan daun pisang yang memiliki bentuk tersendiri.

Bolu Peca'


Kue bolu adalah kue yang sudah sangat familiar di Indonesia. Berdasarkan bahan, kue bolu sangat banyak jenisnya, mulai dari bolu coklat, bolu keju, bolu pisang, bolu karamel, bolu ketan hitam dan lain-lain. Nah, disini kami akan berikan resep kue bolu ketan hitam. Karena ini adalah Kampung Bugis, maka tentu saja resep kue bolu ketan hitam yang akan kami bagikan adalah yang versi bugisnya, yang disebut bolu peca’ atau baulu peca’.

Katirisala



Katirisala, kue tradisonal ini bahan utamanya beras ketan hitam, gula merah dan telur yang memilki rasa enak, manis dan khas. Dalam pembuatannya kue ini biasanya memilki cetakan khusus berbentuk bundar , kue yang satu ini terdiri dari dua lapisan dimana lapisan bawahnya terbuat dari beras ketan dan lapisan atasnya terbuat dari campuran gula merah dan telur. Katirisala menjadi salah satu jamuan bosara (baca : bugis) yakni hidangan kue yang biasanya selalu ada dalam acara pernikahan atau acara-acara masyarakat Bugis Makassar. 

Cucuru Te'ne



Kue tradisional yang satu ini dikenal dengan nama cucuru tekne yang bahan utamanya terbuat dari tepung beras dan gula merah. Keu ini memilki khas rasa manis gula merah, renyah dan enak. Bentuknya yang khas lonjong dan sedikit mengkerucut diujungnya menjadikanya lebih unik.

Sikaporo



Kue merupakan kue yang banyak digemari pada setiap acara hajatan atau pesta. Kue ini rasanya mirip sama puding tahu atau puding karamel, cuma aja sikaporo dirasuki lebih banyak karamel dan putih telurnya dikocok kaku jadi teksturnya lebih spongy. Rasanya manis, karamel banget.

Nasu Palekko

0 komentar
Nasu Palekko

Oleh :
Ahmad Risal SM

Nasu palekko - Jika berkunjung ke Tana Toraja, jangan lupa untuk singgah sejenak di Kota Sidrap untuk menyicipi nasu palekko. Yaa,, Menurut cerita warga setempat, nasu palekko merupakan menu masakan legendaris yang resepnya sudah dibuat sejak zaman dulu, dan turun temurun hingga tetap digemari sampai saat ini.


Nasu palekko berisi cincangan daging bebek yang biasanya berisi potongan leher, daging, dan jeroan. Cincangan daging tersebut dimasak dengan rempah-rempah khas Bugis Sidrap dan dicampur dengan bumbu dapur yang pedas, seperti cabai, bawang, jahe, dan sereh. Hasilnya, nasu palekko dengan rasa sensasi pedas yang khas membuat anda bisa banjir keringat...huhh..!!

Nah.. Ketika tiba di Sidrap, tidak sulit menemukan rumah makan yang menyajikan menu nasu palekko. Rumah makan yang menjual nasu palekko dapat dikenali dengan melihat bagian depannya. Jika di bagian depan terdapat kandang berisi unggas, bisa dipastikan rumah makan tersebut menyajikan nasu palekko. Kadang, pengunjung pun dapat melihat langsung pengolahan unggas mulai dari pemotongan hingga menjadi masakan yang lezat.

Beberapa rumah makan di Sidrap hanya membuat nasu palekko berdasar pesanan. Artinya, bebek baru akan dipotong dan diolah hanya jika ada pesanan. Hal ini membuat nasu palekko yang disajikan terasa spesial dan segar. Satu porsi masakan ini dijual dengan harga terjangkau. Hanya dengan Rp20.000, kita sudah bisa menikmati menu masakan legendaris ini lengkap dengan sepiring nasi hangat.

Sensasi rasa pedas yang dirasakan setelah menyantap masakan ini memang tak bisa dipungkiri. Untuk itu, biasanya pengelola warung makan juga menyediakan buah pisang yang manis sebagai penawar rasa pedas. Sensasi menyicipi nasu palekko merupakan pengalaman yang luar biasa.

 
Bahan-bahan:

    1 ekor itik muda, bersihkan itik lalu potong kecil-kecil
    2 sdt garam
    1 buah jeruk nipis
    ½ sdt kaldu ayam bubuk
    200 ml air asam jawa
    300 ml air
    5 sdm minyak goreng
    10 siung bawang merah yang sudah dihaluskan
    30siung cabe rawit hijau yang sudah dihaluskan
    1 sdt kunyit bubuk

Cara Membuat Nasu Itik Palekko :

    Ambil itik muda yang sudah dipotong-potong kemudia lumuri dengan air jeruk nipis dan 1 sdt garam. Diamkan itik selama sekitar 10 menit agar bumbu meresap. Setelah 10 menit berlalu, cuci daging itik di bawah air yang mengalir kemudian tiriskan.
    Baluri itik dengan 100 ml air asam jawa, 1/4 sdt kaldu ayam bubuk dan juga garam yang tersisa. Remas-remas daging itik kemudian diamkan kembali selama sekitar 10 menit.
    Siapkan wajan dan  tuang minyak goreng. Masukkan itik serta bumbu perendam. Aduk hingga rata dan terus masak sampai daging itik berubah warna. Tuangkan air dan kemudian masak sampai daging itik benar-benar empuk.
    Tuangkan sisa air asam jawa, bawang merah, cabe rawit hijau, kunyit bubuk, sisa kaldu ayam bubuk dan kemudian aduk sampai merata. Masak terus hingga air menyusut.
    Saat daging itik matang merata dan kuah menyusut, matikan api. Angkat masakan dari wajan.
    Siapkan mangkuk saji dan kemudian tata masakan dengan rapi
    Masakan nasu itik palekko ini akan sangat pas jika disajikan saat masih hangat.
 

PALING DISUKAI

POLLING ANDA :