Jumat, 08 Mei 2015

KULINER KHAS MAROS

0 komentar
ROTI MAROS
Oleh ;
AHMAD RISAL SM

Sebelum dikenal oleh masyarakat luas hingga seantero Provinsi Sulawesi Selatan, Roti Maros hanya merupakan roti kampung biasa, yang konon dibuat bagi konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Seiring perkembangan waktu, industri rumah tangga pembuat Roti Maros menjadi industri kerakyatan yang potensial.

Industri Roti Maros di mulai sejak puluhan tahun silam. Kala itu, bentuk Roti Maros masih seperti bakpao berwarna putih. Begitu pula dengan cara pembuatannya hanya menggunakan alat-alat yang cukup sederhana. Biasanya, itu menggunakan alat pemanggang roti yang dindingnya terbuat dari batu bata. Sementara mesin pompa digunakan untuk membuat pembakaran.

Saat ini pembuat Roti Maros sudah menggunakan peralatan modern, seperti oven berbahan bakar gas elpiji, mixer, rak roti, loyang, proofing final box' untuk mempercepat pengembangan adonan roti dan mempercantik kulit roti setelah dioven.

Dahulu Roti Maros dibungkus dengan plastik bening, setelah itu ditutup dengan kertas roti. Namun, sejak harga kertas roti mahal pada tahun 1990-an, maka kertas roti diganti dengan kertas koran, yang ternyata justru menjadi ciri khas dari Roti Maros.

Ciri Khas

Roti Maros mirip dengan roti kasur dan dibuat sama dengan roti pada umumnya dengan menggunakan tepung terigu, akan tetapi yang membedakannya adalah resep khusus pada isi rotinya yang dibuat secara turun-temurun berupa selai khas Maros. Dengan kata lain, Roti Maros ini memiliki rasa yang khas dengan roti pada umumnya.

Bahan

Bahan untuk membuat Roti Maros dapat dibagi menjadi dua, yaitu bagian roti dan bagian isi yang berupa selai. Pada bagian rotinya terbuat dari tepung terigu, kuning telur, santan, dan gula pasir, sedangkan pada bagian isinya bervariasi, ada yang berupa selai srikaya, durian, nanas, vanili, cokelat, dan arbei. Namun, selai srikaya yang menjadi primadona dari Roti Maros ini.

Tekstur dan Rasa
Sebenarnya Roti Maros tak jauh berbeda dari roti pada umumnya, namun memang bentuknya yang agak sedikit unik. Rotinya kecil-kecil dengan variasi berbagai isian didalamnya. Roti Maros bertekstur lembut dan berisi selai srikaya khas Maros, sementara roti biasa yang sejenis berisi coklat atau selai nanas. Salah satu yang membuat rasa Roti Maros berbeda dengan roti lainnya ialah isian pada Roti Maros ini dibuat secara khusus, Roti Maros bercita rasa khas dan berbentuk potongan-potongan kecil yang didalamnya terbuat dari selai kaya, kuning telur, santan, dan gula, sehingga rasanya manis, gurih, dan enak. Kelezatan Roti Maros ini tidak diragukan lagi dan setiap orang yang mencobanya ingin mencicipi lagi karena rasanya yang bikin ketagihan.

Waktu Yang Tepat Memakannya

Roti Maros sangat nikmat dimakan dalam keadaan panas atau hangat, karena setiap tempat penjualan Roti Maros juga tempat memproduksi Roti Maros seringkali disajikan dalam keadaan hangat bahkan masih panas-panas. Soal rasa, Roti Maros begitu lezat dan lembut. Kelezatannya begitu terasa karena ketika akan dipanggang, selai diletakkan di antara kedua roti, sehingga rasa selai dan roti berpadu. Cita rasa yang lezat ini dapat dipadukan dengan secangkir teh atau kopi di kala sore hari.

Lokasi

Tidak semua daerah di Maros menjajakan Roti Maros. Roti ini hanya dijajakan di kedai-kedai sepanjang jalan Poros Maros-Makassar. Jalan Poros Maros-Makassar letaknya sangat strategis untuk menjajakan makanan tradisional seperti Roti Maros ini karena jalan ini sebagai jalan trans Sulawesi yang menghubungkan beberapa daerah-daerah di bagian utara dari provinsi Sulawesi Selatan bahkan menghubungkan provinsi Sulawesi Tengah. Dengan keadaan ini, tidak sedikit pengendara dari luar daerah yang sedang dalam perjalanan singgah untuk mencicipi makanan khas daerah Maros ini. Para penikmat Roti Maros biasanya berasal dari Tana Toraja, Wajo, Pinrang, Parepare, Palopo, dan Sidrap.

Leave a Reply

 

PALING DISUKAI

POLLING ANDA :